TINJAUAN TEORI
A. KONSEP KEHAMILAN
1. Pengertian
Kehamilan
·
Periode Antepartum
adalah periode kehamilan yang dihitung sejak hari pertama haid terakhir (HPHT)
hingga dimulainya persalinan sejati, yang menandai awal periode antepartum (Helen Varney, 2007 ; 492).
·
Proses kehamilan
merupakan mata rantai yang bersinambung dan terdiri dari : ovulasi, migrasi
spermatozoa dan ovum, konsepsi dan pertumbuhan zigot, nidasi ( implantasi )
pada uterus, pembentukan plasenta dan tumbuh kembang hasil konsepsi sampai
aterm
(Manuaba, 2010 ; 84).
·
Kehamilan normal
adalah dari konsepsi sampai lahirnya janin dengan kehamilan 280 hari ( 40
minggu ) dihitung dari hari pertama haid terakhir (Sarwono, 2007; 84).
2. Proses Kehamilan
a. Fertilisasi
Yaitu bertemunya sel telur dan sel sperma. Tempat bertemunya ovum dan sperma
paling sering adalah didaerah ampulla tuba. Sebelum keduanya
bertemu, maka akan terjadi 3 fase yaitu:
1. Tahap penembusan korona radiata
Dari 200 – 300 juta hanya 300 – 500 yang sampai di tuba
fallopi yang bisa menembus korona radiata karena sudah mengalami proses
kapasitasi.
2. Penembusan zona pellusida
Spermatozoa lain ternyata bisa menempel dizona pellusida,
tetapi hanya satu terlihat mampu menembus oosit.
3. Tahap penyatuan oosit dan membran sel sperma
Setelah menyatu maka akan dihasilkan zigot yang mempunyai
kromosom diploid (44 autosom dan 2 gonosom) dan terbentuk jenis kelamin baru
(XX unutk wanita dan XY untuk laki - laki)
b. Pembelahan
Setelah itu zigot akan membelah menjadi tingkat 2 sel (30 jam), 4 sel , 8
sel, sampai dengan 16 sel disebut blastomer (3 hari) dan membentuk sebuah
gumpalan bersusun longgar. Setelah 3 hari sel – sel tersebut akan membelah
membentuk morula (4 hari). Saat morula masuk rongga rahim, cairan mulai
menembus zona pellusida masuk kedalam ruang antar sel yang ada di massa sel
dalam. Berangsur – angsur ruang antar sel menyatu dan akhirnya terbentuklah
sebuah rongga/blastokel sehingga disebut blastokista (4 – 5 hari). Sel
bagian dalam disebut embrioblas dan sel diluar disebut trofoblas. Zona
pellusida akhirnya menghilang sehingga trofoblast bisa masuk endometrium
dan siap berimplantasi (5 – 6 hari) dalam bentuk blastokista tingkat lanjut.
c. Nidasi /
implantasi
Yaitu penanaman sel telur yang sudah dibuahi (pada stadium blastokista)
kedalam dinding uterus pada awal kehamilan. Biasanya terjadi pada pars superior
korpus uteri bagian anterior/posterior. Pada saat implantasi selaput lendir
rahim sedang berada pada fase sekretorik ( 2 – 3 hari setelah ovulasi). Pada
saat ini, kelenjar rahim dan pembuluh nadi menjadi berkelok – kelok. Jaringan
ini mengandung banyak cairan.
(Marjati,dkk.2010 ; 37)
3. Pertumbuhan dan Perkembangan Embrio
a. Masa pre embrionic
Berlangsung selama 2 minggu sesudah terjadinya fertilisasi terjadi proses
pembelahan sampai dengan nidasi. Kemudian bagian inner cell mass akan membentuk
3 lapisan utama yaitu ekstoderm, endoderm serta mesoderm.
b. Masa embrionic
Berlangsung sejak 2 – 6 minggu sistem utama didalam tubuh telah ada didalam
bentuk rudimenter. Jantung menonjol dari tubuh dan mulai berdenyut. Seringkali
disebut masa organogenesis/ masa pembentukan organ.
c. Masa fetal
Berlangsung setelah 2 minggu ke-8 sampai dengan bayi lahir
Minggu ke-12
: Panjang tubuh kira – kira 9 cm, berat 14 gram, sirkulasi
tubuh berfungsi secara penuh, tractus renalis mulsi berfungsi, terdapat refleks
menghisap dan menelan, genitalia tampak dan dapat ditentukan jenis kelaminnya.
Minggu ke
16 : Panjang badan
16 cm, berat
10 gram, kulit sangat transparan sehingga vaso darah terlihat, deposit lemak
subkutan lemak terjadi rambut mulai tumbuh pada tubuh.
Minggu ke
20 : Kepala sekarang tegak dan merupakan separuh PB,
wajah nyata, telinga pada tempatnya, kelopak mata, lais dan kuku tumbuh
sempurna. Skeleton terlihat pada pemeriksaan sinar X kelenjar minyak
telah aktif dan verniks kaseosa akan melapisi tubuh fetus, gerakan janin dapat
ibu setelah kehamilan minggu ke 18, traktus renalis mulai berfungsi dan
sebanyak 7 – 17 ml urine dikeluarkan setiap 24 jam.
Minggu ke
24 : Kulit sangat keriput, lanugo menjadi lebih gelap
dengan vernix kaseosa meningkat. Fetus akan menyepak dalam merespon rangsangan.
Minggu ke
28 : Mata terbuka, alis dan bulu mata telah berkembang
dengan baik, rambut menutupi kepala, lebih banyak deposit lemak subkutan
menyebabkan kerutan kulit berkurang, testis turun ke skrotum.
Minggu ke
32 : Lanugo mulai berkurang, tubuh mulai lebih membulat
karena lemak disimpan disana, testis terus turun.
Minggu ke
36 : Lanugo sebagian besar terkelupas, tetapi kulit
masih tertutup verniks kaseosa, testis fetus laki – laki terdapat didalam
skrotum pada minggu ke 36 ovarium perempuan masih berada di sekitar batas
pelvis, kuku jari tangan dan kaki sampai mencapai ujung jari, umbilikus sekarang
terlihat lebih dipusat abdomen.
Minggu ke
40 : Osifikasi tulang tengkorak masih belum sempurna,
tetapi keadaan ini merupakan keuntungan dan memudahkan fetus melalui jalan
lahir. Sekarang terdapat cukup jaringan lemak subkutan dan fetus mendapatkan
tambahan BB hampir 1 kg pada minggu tersebut.
(Marjati,dkk, 2010; 39)
4. Tanda dan Gejala
Kehamilan
1. Tanda presumtif kehamilan
·
Amenore (terlambat
datang bulan)
Konsepsi dan nidasi menyebabkan tidak terjadinya pembentukan folikel de
Graff dan ovulasi di ovarium. Gejala ini sangat penting karena umumnya wanita
hamil tidak dapat haid lagi selama kehamilan, dan perlu diketahui hari pertama
haid terrakhir untuk menentukan tuanya kehamilan dan tafsiran persalinan.
·
Mual muntah
Umumnya tejadi pada kehamilan muda dan sering terjadi pada pagi hari.
Progesteron dan estrogen mempengaruhi pengeluaran asam lambung yang berlebihan
sehingga menimbulkan mual muntah.
·
Ngidam
Menginginkan makanan/minuman tertentu, sering terjadi pada bulan-bulan
pertama kehamilan tetapi menghilang seiring tuanya kehamilan.
·
Sinkope atau
pingsan
Terjadi sirkulasi ke daerah kepala (sentral) menyebabkan iskemia susunan
saraf dan menimbulkan sinkope/pingsan dan akan menghilang setelah umur
kehamilan lebih dari 16 minggu.
·
Payudara tegang
Pengaruh estrogen, progesteron, dan somatomamotropin menimbulkan deposit
lemak, air, dan garam pada payudara menyebabkan rasa sakit terutama pada
kehamilan pertama.
·
Anoreksia nervousa
Pada bulan-bulan pertama terjadi anoreksia (tidak nafsu makan), tapi
setelah itu nafsu makan muncul lagi.
·
Sering kencing
Hal ini sering terjadi karena kandung kencing pada bulan-bulan pertama
kehamilan tertekan oleh uterus yang mulai membesar. Pada triwulan kedua umumnya
keluhan ini hilang karena uterus yang membesar keluar rongga panggul.
·
Konstipasi/obstipasi
Hal ini terjadi karena tonus otot menurun disebabkan oleh pengaruh hormone
estrogen.
·
Epulis
Hipertrofi gusi disebut epulis dapat terjadi pada kehamilan.
·
Pigmentasi
Terjadi pada kehamilan 12 minggu keatas
Pipi
: - Cloasma gravidarum
Keluarnya melanophore stimulating hormone hipofisis anterior menyebabkan
pigmentasi yang berlebihan pada kulit.
Perut
: - Striae livide
Striae albican
Linea alba makin menghitam
Payudara
: - hipepigmentasi areola mamae
·
Varises atau
penampakan pembuluh vena
Karena pengaruh estrogen dan progesteron terjadi penampakan pembuluh darah
vena. Terutama bagi mereka yang mempunyai bakat. Penampakan pembuluh darah itu
terjadi disekitar genitalia eksterna, kaki dan betis erta payudara.
2. Tanda Kemungkinan (Probability Sign)
·
Pembesaran Perut
Terjadi akibat pembesaran uterus. Hal ini terjadi pada bulan keempat
kehamilan.
·
Tanda Hegar
Tanda Hegar adalah pelunakan dan dapat ditekannya isthmus uterus.
·
Tanda Goodel
Pelunakan serviks
·
Tanda Chadwiks
Perubahan warna menjadi keunguan pada vulva dan mukosa vagina termasuk juga
porsio dan serviks.
·
Tanda Piskacek
Pembesaran uterusyang tidak simetris. Terjadi karena ovum berimplantasi pada
daerah dekat dengan kornu sehingga daerah tersebut berkembang lebih dulu.
·
Kontraksi Braxton
Hicks
Peregangan sel – sel otot uterus, akibat meningkatnya actomycin didalam
otot uterus. Kontraksi ini tidak beritmik, sporadis, tidak nyeri, biasanya
timbul pada kehamilan 8 minggu.
·
Teraba Ballotement
Ketukan yang mendadak pada uterus menyebabkan janin bergerak dalam cairan
ketuban yang dapat dirasakan oleh tangan pemeriksa.
·
Pemeriksaan tes
biolgis kehamilan (planotest) positif
Pemeriksaan ini adaah untuk mendeteksi adanya hCG yang diproduksi oleh
sinsitotrofoblas sel selama kehamilan. Hormon ini disekresi diperedaran darah
ibu (pada plasma darah), dan diekskresi pada urine ibu.
3. Tanda Pasti (Positive Sign)
·
Gerakan janin
dalam rahim
Gerakan janin ini harus dapat diraba dengan jelas oleh pemeriksa. Gerakan
ini baru dapat dirasakan pada usia kehamilan sekitar 20 minggu.
·
Denyut jantung
janin
Dapat didengar pada usia 12 minggu dengan menggunakan alat fetal
electrocardiograf ( misalnya doppler)
·
Bagian bagian janin
Bagian besar janin (kepala dan bokong) serta bagian kecil janin (lengan dan
kaki) dapat diraba dengan jelas pada usia kehamilan lebih tua (trimester akhir)
·
Kerangka janin
Kerangka janin dapat dilihat dengan foto rontgen maupun USG
(Marjati dkk,
2010:72-75)
5. Perubahan
Fisiologis Ibu Hamil
a. Uterus
Uterus bertambah besar semula 30 gram menjadi 1000 gram, pembesaran ini
dikarenakan hipertropi oleh otot-otot rahim.
b. Vagina
·
Elastisitas vagina
bertambah
·
Getah dalam vagina
biasannya bertambah, reaksi asam PH :3,5-6
·
Pembuluh
darah dinding vagina bertambah, hingga waran selaput lendirnya berwarna
kebiru- biruan (Tanda chadwick).
c. Ovarium (Indung
Telur)
Ovulasi terhenti, masih terdapt corpus luteum graviditatis sampai terbentuknya
uri yang mengambil alih pengeluaran estrogen dan progesteron.
d. Kulit
Terdapat hiperpigmentasi antara lain pada areola normal, papila normal, dan
linea alba.
e. Dinding perut
Pembesaran rahim menimbulkan peregangan dan menyebabkan perobekan selaput
elestis di bawah kulit sehingga timbul strie gravidarum.
f. Payudara
Biasanya membesar dalam kehamilan, disebabkan hipertropi dari alveoli
puting susu biasanya membesar dan berwarna lebih tua. Areola mammae melebar dan
lebih tua warnannya.
g. Sistem Respirasi
Wanita hamil tekadang mengeluh sering sesak nafas, yang sering ditemukan
pada kehamilan 3 minggu ke atas. Hal ini disebabkan oleh usus yang tertekan
kearah diafragma akibat pembesaran rahim, kapasitas paru meningkat sedikit
selama kehamilan sehingga ibu akan bernafas lebih dalam. Sekitar 20-25%.
h. Sistem urinaria
Pada bulan-bulan pertama kehamilan kandung kemih tertekan oleh uterus yang
membesar, dimana kebutuhan nutrisi makin tinggi untuk pertumbuhan janin dan
persiapan pemberian ASI.
6. Perubahan
Psikologis Ibu Hamil
a. Trimester Pertama
Segera setelah terjadi peningkatan hormon estrogen
dan progesteron dalam tubuh maka akan segera muncul berbagai
ketidaknyamanan secara fisiologis pada ibu misalnya mual muntah , keletihan dan
pembesaran pada payudara. Hal ini akan memicu perubahan psikologi seperti
berikut ini.
1. Ibu akan membenci kehamilannya, merasakan kekecewaan,
penolakan, kecemasan dan kesedihan
2. Mencari tahu secara aktif apakah memang benar – benar
hamil dengan memperhatikan perubahan pada tubuhnya dan seringkali
memberitahukan orang lain apa yang dirahasiakannya
3. Hasrat melakukan seks berbeda – beda pada setiap wanita.
Ada yang meningkat libidonya, tetapi ada juga yang mengalami penurunan. Pada
wanita yang mengalami penurunan libido, akan menciptakan suatu kebutuhan untuk
berkomunikasi secara terbuka dan jujur dengan suami.
4. Bagi calon suami sebagai calon ayah akan timbul
kebanggan, tetapi bercampur dengan keprihatinan akan kesiapan untuk mencari
nafkah bagi keluarga.
b. Trimester Kedua
Trimester kedua biasanya ibu merasa sehat dan sdah
terbiasa dengan kadar hormon yang tinggi, serta rasa tidak nyaman akibat
kehamilan sudah mulai berkurang. Perut ibu pun belum terlalu besar
sehingga belum terlalu dirasakan ibu sebagai beban. Ibu sudah menerima
kehamilannya dan dapat mulai menggunakan energi dan pikirannya secara lebih
kontruktif. Pada trimester ini pula ibu dapat merasakan gerakan janinnya dan
ibu mulai meraskaan kehadiran bayinya sebagai seseorang diluar dirinya dan
dirinya sendiri. Banyak ibu yang merasa terlepas dari kecemasan dan rasa tidak
nyaman seperti yang dirasakannya pada trimester pertama dan merasakan
meningkatnya libido.
c. Trimester ketiga
Trimester ketiga biasanya disebut dengan periode menunggu
dan waspada sebab pada saat itu ibu tidak sabar menunggu kehadiran bayinya.
Gerakan bayi dan membesarnya perut merupakan dua hal yang mengingatkan ibu akan
lahir sewaktu – waktu. Ini menyebabkan ibu meningkatkan kewaspadaannya akan
timbulnya tanda dan gejala terjadinya persalinan pada ibu. Seringkali ibu
merasa khawatir atau takut kalu – kalau bayi yang akan dilahirkannya
tidak normal. Kebanyakan ibu juga akan bersikap melindungi bayinya dan akan menghindari
orang atau benda apa saja yang dianggap membahayakan bayinya. Seorang ibu
mungkin mulai merasa takut akan rasa sakit dan bahaya fisik yang akan timbul
pada waktu melahirkan. Trimester juga saat persiapan aktif untuk kelahiran
bayinya dan menjadi orang tua.keluarga mulai menduga – duga apakah bayi mereka
laki – laki atau perempuan dan akan mirip siapa. Bahkan sudah mulai memilih
nama unutk bayi mereka.
(Marjati dkk, 2010 ; 68 - 69)
7. Ketidaknyamanan
Umum selama Kehamilan
a. Nausea
Nausea terjadi pada saat perut kosong sehingga biasanya
lebih parah di pagi hari. Penyebab morning sickness masih
belum diketahui secara pasti, perubahan hormon selama kehamilan, kadar gula
darah yang rendah (mungkin disebabkan oleh tidak makan sehingga mengakibatkan
siklus yang tidak berujung pangkal), lambung yang terlalu penuh, peristaltik
yang lambat dan faktor – faktor emosi yang lain.puncak nausea dan muntah pada
wanita hamil adalah pada usia kandungan 11 minggu dan menghilang antara umur
kehamilan 14 – 22 minggu.
Cara meringankan:
·
Makan porsi kecil,
sering bahkan setiap dua jam
·
Makan biskuit
kering atau roti bakar sebelum beranjak dari tempat tidur dipagi hari
·
Jangan menyikat
gigi segera setelah makan untuk menghindari stimulasi refleks gag.
·
Istirahat
·
Gunakan obat –
obatan
Tanda bahaya : hiperemesis
gravidarum, kehilangan berat badan, tanda – tanda kurang gizi
b. Peningkatan Frekuensi berkemih (TM I dan TM III)
Frekuensi kemih meningkat pada trimester pertama terjadi
akibat peningkatan berat pada fundus uterus sehingga membuat isthmus menjadi
lunak (tanda hegar) menyebabkan antefleksi pada uterus yang membesar akibat
adanya tekananlangsung pada uterus yang membesar. Frekuensi kemih meningkat
pada trimester ketiga sering dialami wanita primigravida setelah lightening
terjadi efek lightaning yaitu bagian presentasi akan menurun masuk kedalam
panggul dan menimbulkan tekanan langsung pada kandung kemih.
Cara meringankan:
·
Kosongkan kandung
kemih saat terasa dorongan ingin kencing
·
Banyak minum di
siang hari
·
Kurangi minum di
malam hari.
Tanda – tanda bahaya : dysuria, oliguria, asymtomatic
bacteriuria
c. Sakit punggung Atas dan Bawah
Karena tekanan terhadap akar syaraf sehingga kejang otot,
ukuran payudara yang semakin bertambah atau keletihan. Sebagian besar disebabkan
karena perubahan sikap badan pada kehamilan lanjut karena titik berat badan
berpindah kedepan disebabkan perut yang membesar. Ini diimbangi dengan lordosis
yang berlebihan dan sikap ini dapat menimbulkan spasmus
Cara penanganan :
Istirahat cukup, menggunakan penyokong abdomen
eksternal, gunakan mekanisme tubuh yang baik untuk mengangkat benda.
d. Hiperventilasi dan sesak nafas
Peningkatan jumlah progesteron selama kehamilan mempengaruhi pusat pernapasan
untuk menurunkan kadar karbondioksida dan meningkatkan kadar oksigen.
Peningkatan aktivitas metabolis yang terjadi selama kehamilan akan meningkatkan
karbondioksida. Hiperventilasi akan menurunkan karbon dioksida. Sesak nafas
terjadi pada trimester III karena pembesaran uterus yang menekan diafragma.
Selain itu diafragma mengalami elevasi kurang lebih 4 cm selama kehamilan.
Cara penanganan :
·
Menjelaskan dasar
fisiologis masalah tersebut
·
Mendorong wanita
untuk secara sadar mengatur kecepan dan kedalaman pernafasannya saat sedang mengalami
hiperventilasi
·
Anjurkan wanita
berdiri dan mereganggan tangannya diatas kepalanya secara berkala dan mengambil
nafas dalam
·
Instruksikan
melakukan peregangan yang sama ditempat tidur seperti saat sedang berdiri.
e. Edema Dependen
Terjadi karena gangguan sirkulasi vena dan peningkatan tekanan vena pada
ekstrimitas bawah karena tekanan uterus membesar pada vena panggul pada saat
duduk/ berdiri dan pada vena cava inferior saat tidur terlentang. Edema pada
kaki yang menggantung terlihat pada pergelangan kaki dan harus dibedakan dengan
edema karena preeklamsi.
Cara penanganan :
·
Hindari
menggunakan pakaian ketat
·
Elevasi kaki
secara teratur setiap hari
·
Posisi menghadap
kesamping saat berbaring
·
Penggunaan korset
pada abdomen yang dapat melonggarkan tekanan vena-vena panggul
f. Nyeri ulu hati
Ketidaknyamanan ini mulai timbul menjelang akhir trimester II dan bertahan
hingga trimester III.
Penyebab :
·
Relaksasi sfingter
jantung pada lambung akibat pengaruh yang ditimbulkan peningkatan jumlah
progesteron.
·
Penurunan
motilitas gastrointestinal yang terjadi akibat relaksasi otot halus yang
kemungkinan disebabkan peningkatan jumlah progesteron dan tekanan uterus
·
Tidak ada ruang
fungsional untuk lambung akibat perubahan tempat dan penekanan oleh uterus yang
membesar
Cara penanganan :
·
Makan dalam porsi
kecil tetapi sering untuk menghindari lambung menjadi terlalu penuh
·
Pertahankan postur
tubuh yang baik supaya ada ruang lebih besar bagi lambung untuk menjalankan
fungsinya
·
Hindari makanan
berlemak, karena lemak mengurangi motilitas usus dan sekresi asam lambung yang
dibutuhkan untuk pencernaan.
·
Hindari makanan
pedas atau makanan lain yang dapat menyebabkan gangguan pencernaan.
g. Konstipasi
Terjadi akibat penurunan peristaltik yang disebabkan relaksasi otot polos usus
besar ketika terjadi peningkatan progesteron
Cara penanganan :
·
Asupan cairan yang
adekuat
·
Istirahat cukup
·
Minum air hangat (
air putih, teh ) saat bangkit dari tempat tidur untuk menstimulasi peristaltik
·
Makan makanan
berserat dan mengandung serat alami
·
Miliki pola
defekasi yang baik dan teratur
·
Lakukan latihan
secara umum, berjalan tiap hari, pertahankan postur tubuh yang bai, mekanisme
tubuh yang baik, kontraksi otot abdomen bagian bawah secara teratur
h. Kram tungkai
Terjadi karena asupan kalsium tidak adekuat, atau ketidakseimbangan rasio dan
fosfor.selain itu uterus yang membesar memberi tekanan pembulu darah panggul
sehingga mengganggu sirkulasi atau pada saraf yang melewati foramen doturator
dalam perjalanan menuju ekstrimitas bawah.
Cara penanganan :
·
Minta wanita
meluruskan kaki yang kram dan menekan tumitnya ( dorsofleksikan kakinya )
·
Dorong wanita
untuk melakukan latihan umum dan memiliki kebiasaan mekanisme tubuh yang baik
guna meningkatkan sirkulasi darah
·
Anjurkan elevasi
kaki secara teratur sepanjang hari
·
Anjurkan diet
mengandung kalsium dan fosfor
i. Kesemutan dan baal
pada jari
Perubahan pusat gravitasi menyebabkan wanita mengambil postur dengan posisi
bahu terlalu jauh kebelakang sehingga menyebabkan penekanan pada saraf median
dan aliran lengan yang akan menyebabkan kesemutan dan baal pada jari-jari
Cara penanganan :
·
Menjelaskan
penyebab dari kesemutan dan baal jari-jari
·
Berbaring rileks
(Helen Varney, 2007 : 536-543 )
8. Kebutuhan Ibu
Hamil
a. Kebutuhan Fisik
ibu Hamil
1. Kebutuhan oksigen
Selama kehamilan kebutuhan
oksigen ibu hamil meningkat sebanyak 20%. Hal ini disebabkan karena selam
kehamilan pembesaran uterus dapat menekan diafragma sehingga tinggi diafragma
bergeser 4cm dan kapassitas total (paru-paru berkurang 5%).
2. Kebutuhan nutrisi
Pada prinsipnya nutrisi
selama kehamilan adalah makanan sehat dan seimbang yang harus di konsumsi ibu
selama masa kehamilannya meliputi karbohidrat, protein, (60gr/hari),
lemak,vitamin, dan mineral.
3. Kebutuhan personal hygiene
Macam-macam personal
hygiene ibu hamil meliputi mandi, perwatan mulut ,perawatan kulit, perawatan
payudara, dan pakaian.
4. Kebutuhan eliminasi
·
Eliminasi urine
dapat meningkat pada kehamilan trimester I dan trimester III karena adannya
penekanan kandung kemih.
·
Eliminasi alvi
cendrung tidak teratur karena adannya relaaksasi otot polos dan kompresi usus
bawah oleh uterus yang membesar pada kehamilan dan serta karena adannya
aksihormonal yang dapat mengurangi gerakan peristaltik usus.
5. Kebutuhan seksual
Biasanya gairah seksual
ibu amil akan menurun pada trimester I dan trimester III sedagkan pada
trimester II gairah ibu akan kembali.
6. Kebutuhan Mobilitas
Ibu hamil boleh melakukan
olahraga asal tidak terlalu capek/ad resiko cidera bagi ibu/ janin. Ibu hamil
dapat melakukan mobilitas misalnya dengan berjalan-berjalan. Hindari gerakan
melonjak,meloncat/mencapai benda yang lebih tinggi.
7. Istirahat dan tidur
Anjurkan ibu untuk
istirahat cukup ,setidaknya 1,5 jam pada siang hari dan 8-11 jan pada malam
hari.
8. Imunisasi
Imunisasi TT perlu
diberikan pada ibu hamil untuk mencegah terjadinya penyakit tertentu, misalnya
tetanus neonatorum.
9. Persiapan persalinan dan kelahiran bayi
Diberikan pada trimester I
sampai trimester III meliputi persiapan fisik / fisiologis, persiapan
psikologis, persiapan keuangan, persiapan tempat melahirkan, persiapan transportasi
dan persiapan barang-barang kebutuhan ibu dan bayi.
b. Kebutuhan Psikologi Ibu Hamil
1. Support Keluarga
Meliputi motifasi suami, keluarga, dan usaha untukmempererat ikatan
keluarga. Sebaiknya keluarga menjalin komunikasi yangbaik, dengan itu untuk
membantu ia dalam menyesuaikan diri dan menghadapi masalah selama kehamilannya
karena sering kali merasa ketergantungan atau butuh pantauan orang-orang di
sekitarnya.
2. Support dari
Tenaga Kesehatan
Dalam hal ini petugas kesehatan membantu ibu beradaptasi selama ibu hamil,
membantu mengatasi ketidaknyamanan yang dialami ibu dan mengenal serta
menghindari kemunglinan komplikasi. Selain itu petugas kesehan juga berperan
dalam membantu untuk mempersiapkan untuk menjadi orang tua dan dalam mewujudkan
kesehatan yang optimal.
3. Persiapan Menjadi
Orang Tua
Dapat dilakukan dengan memberikan pendidikan Antenatal untuk membantu
menyelesaikan ketakutan dan kehawatiran yang dialami para calon orang tua.
4. Persiapan Sibling
Dipersiapkan untuk orang tua yang sudah memiliki nanak hal ini bertujuan
untuk memudahkan anak sebelumnyaq beradaptasi dan menerima kenyataan terhadap
kehidupan atau suasana lingkungan mereka yang baru.
(Bobak,2004 : 279-289)
B. KONSEP ANTENATAL CARE (ANC)
1. Pengertian ANC
Antenatal Care adalah pengawasan
sebelum persalinan terutama ditujukan pada pertumbuhan dan perkembangan janin
dalam rahim.
(Manuaba, 2010; 110)
2. Tujuan ANC
a. Mengenal dan menangani sedini mungkin penyulit yang
terdapat saat kehamilan, saat persalinan, dan kala nifas.
b. Mengenal dan menangani penyakit yang menyertai kehamilan,
persalinan, dan kala nifas.
c. Memberikan nasihat dan petunjuk yang berkaitan dengan
kehamilan, persalinan, kala nifas, laktasi, dan aspek keluarga berencana.
d. Menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu dan
perinatal.
(Manuaba, 2010 :
111)
3. Kebijakan Program
a. Standart minimal
asuhan antenatal (7T)
·
Timbang berat
badan
·
Ukur tekanan darah
·
Ukur tinggi fundus
uteri
·
Imunisasi TT
·
Pemberian tablet
besi (minum 90 tablet selama kehamilan dan dimulai usia kehamilan 20 minggu)
·
Test terhadap PMS
·
Temu wicara dalam
rangka persiapan rujukan
b. Standart minimal
Kunjungan Kehamilan
Sebaiknya ibu memperoleh sedikitnya 4 kali kunjungan selama kehamilan ,
yang terdistribusi dalam 3 trimester, yaitu sbb:
·
1 kali pada
trimester I
·
1 kali pada
trimester II
·
2 kali pada
trimester III
c. Informasi
Kunjungan Kehamilan
|
Kunjugan
|
Waktu
|
Informasi Penting
|
|
Trimester Pertama
|
Sebelum minggu ke 14
|
Membangun
hubungan saling percaya antara petugas kesehatan dengan ibu hamil
Mendeteksi
masalah dan menanganinya
Melakukan
tindakan pencegahan seperti tetanus neonatorum, anemis kekurangan zat besi,
penggunaan praktik yang merugikan
Memulai
persiapan kelahiran bayi dan kesiapan untuk menghadapi komplikasi
Mendorong
perilakuk yang sehat (giat, latihan dan kebersihan, dsb)
|
|
Trimester kedua
|
Sebelum minggu ke 28
|
Sama seperti diatas ditambah kewaspadaan khusus mengenai preeklampsia (
tanya ibu tentang gejala – gejala preeklapmsia, pantau TD, evaluasi edema,
periksa untuk mengetahui proteinuria)
|
|
Trimester ketiga
|
Antara minggu 28 – 36
|
Sama seperti diatas, ditambah palpasi abdominal untuk mengetahui apakah
ada kehamilan ganda
|
|
Trimester ketiga
|
Sama seperti diatas, ditambah deteksi letak bayi yang tidak normal, atau
kondisi lain yang memerlukan kelahiran dirumah sakit.
|
(Marjati dkk, 2010 ;9-13)
4. Penapsiran Ibu Hamil
Ibu hamil dibagi dalam 3 kelompok yaitu:
a. Kehamilan Resiko
Rendah (KKR) skor 2 hijau
Kehamilan normal tanpa masalah/faktor resiko
Kemungkinan besar: persalinan normal,tetap waspada komplikasi persalinan
Ibu dan Bayi baru lahir Hidup Sehat.
b. Kehamilan Resiko
Tinggi (KRT) skor 6 – 10 kuning
Kehamilan dengan faktor resiko, baik dari ibu dan atau janin dapar
menyebabkan komplikasi persalinan. Dampak kematian / kesakitan / kecacatan pada
ibu dan atau bayi baru lahir.
c. Kehamilan Resiko
Sangat Tinggi (KRST) skor ≥12 merah
Kehamilan dengan faktor resiko ganda 2 lebih baik dari ibu dan atau
janinnya yang dapat menyebabkan
·
lebih besar
resiko/ bahaya komplikasi persalinan
·
lebih besar dampak
kematian ibu dan atau bayi
5. Pemeriksaan Umum
K/U : Baik/ tidak, cemas/tidak, untuk mengetahui keadaan umum pasien secara
keseluruhan (Ari S,2009;174)
Kesadaran : Composmentis/apatis/letargis/somnolen (Ari S,2009;174)
TD :
tekanan darah pada orang normal rata – rata 120/80 mmHg dengan diastole
maksimal 140 mmHg dan sistole maksimal 90 mmHg. (Patricia,2005; 759). Pada ibu
hamil tekanan darah menurun hingga pertengahan kehamilan. Tekanan sistolik
menurun hingga 8 – 10 mmHg sedangkan diatolik mengalami penurunan 12 poin
(Helen Varney,2007;499)
Nadi : N= 70x/menit, ibu hamil 80 – 90x/menit. (Ari S,2009:61)
Suhu : Normal
(36,5oC-37,5oC) (Patricia,2005:759) bila suhu tubuh hamil
> 37,5 C dikatakan demam, berarti ada infeksi dalam kehamilan.
RR : Normal (12-20
x/menit)(Patricia,2005;759)
Jumlah pernapasan, kapasitas vital, dan kapasitas napas maksimum
tidak terpengaruh selama kehamilan berlangsung.(Varney,2007:500). Ibu hamil
akan bernapas lebih dalam sekitar 20 – 25 % dari biasanya (manuaba,1998:109)
BB : ... Kg
(trimester I bertambah 4 kg, trimester II dan III bertambah 0,5kg/hari) (Ari
S,2009; 69)
TB : < dari 145 cm.(resiko meragukan, berhubungan dengan kesempitan
panggul) (manuaba,1998;134)
Lila : > 23,5
cm. Jika <23,5 merupakan indikator status gizi kurang.
6. Pemeriksaan Fisik
a. Inspeksi.
Rambut : bersih/kotor, warna hitam/merah jagung,
mudah rontok/tidak
Muka : Muka bengkak/oedem tanda eklampsi,
terdapat cloasma gravidarum sebagai tanda kehamilan. Muka pucat tanda anemia,
perhatikan ekspresi ibu, kesakitan atau meringis.
Mata :
Konjungtiva pucat menandakan anemia pada ibu yang akan mempengaruhi kehamilan
dan persalinan yaitu perdarahan, Sclera icterus perlu dicurugai ibu mengidap
hepatitis
Hidung : Simetris, adakah sekret, ada kelainan
lain.
Mulut&gigi : Bibir pucat tanda ibu
anemia, bibir kering tanda dehidrasi, sariawan tanda ibu kekurangan vitamin C.
Caries gigi menandakan ibu kekurangan kalsium.
Leher : Adanya pembesaran kelenjar tyroid menandakan
ibu kekurangan iodium, sehingga dapat menyebabkan terjadinya kretinisme pada
bayi dan bendungan vena jugularis/tidak
Dada : bagaimana kebersihannya, Terlihat
hiperpigmentasi pada areola mammae tanda kehamilan, puting susu datar atau
tenggelam membutuhkan perawatan payudara untuk persiapan menyusui. Adakah
striae gravidarum
Genetalia :
bersih/tidak, varises/tidak, ada condiloma/tidak keputihan/tidak.
Ekstremitas : Adanya oedem pada ekstremitas atas
atau bawah dapat dicurigai adanya hipertensi hingga Preeklampsi dan Diabetes
melitus, varises.tidak, kaki sama panjang/tidak memepengaruhi jalannya
persalinan. (Ummi Hani dkk, 2006;96)
b. Palpasi.
Tujuan:
·
Untuk mengetahui umur kehamilan
·
Untuk mengetahui
bagian bagian janin
·
Untuk mengetahui
letak janin
·
Janin tunggal atau
tidak
·
Sampai dimana
bagian terdepanjanin masuk kedalam rongga panggul
·
Adakah
keseimbangan antara ukuran kepala dan janin
·
Untuk mengetahui
kelainan abnormal ditubuh
Letak palpasi
Kepala : adakah benjolan abnormal
Leher : Tidak tampak pembesaran vena
jugularis. Jika ada hal ini berpengaruh pada saat persalinan terutama saat
meneran. Hal ini dapat menambah tekanan pada jantung. Potensial terjadi gagal
jantung.
Tidak tampak pembesaran kelanjar tiroid, jika ada potensial terjadi
kelahiran prematur, lahir mati, kretinisme dan keguguran.
Tidak tampak pembesaran limfe, jika ada kemungkinan terjadi infeksi oleh
berbagai penyakit misal TBC, radang akut dikepala
Dada : Adanya benjolan pada payudara waspadai
adanya Kanker payudara dan menghambat laktasi. Kolostrum mulai diproduksi pada
usia kehamilan 12 minggu tapi mulai keluar pada usia 20 minggu.
Abdomen :
1. Leopold I : Untuk menentukan usia kehamilan
berdasarkan TFU dan bagian yang teraba di fundus uteri.
Pengukuran tinggi
fundus uteri
·
Sebelum bulan III
tinggi fundus uteri belum bisa diraba
·
12 minggu TFU 1 –
2 jari diatas symphisis
·
16 minggu TFU
pertengahan antara symphisi dan pusat
·
20 minggu TFU 3
jari dibawah pusat
·
24 minggu TFU
setinggi pusat
·
28 minggu TFU 3
jari diatas pusat
·
32 minggu TFU
pertengahan antara pusat dan procesus xymphoideus
·
36 minggu TFU 3
jari dibawah procesus xymphoideus
·
40 minggu TFU pertengahan
antara pusat dan procesus xymphoideus
Tanda kepala : keras, bundar, melenting
Tanda bokong: lunak, kurang bundar,kurang melenting.
2. Leopold II : Menentukan letak punngung anak
padaletak memanjang dan menentukan letak kepala pada ketak lintang
3. Leopold III :
Menentukan bagian
terbawah janin, dan apakah bagian terbawah sudah masuk PAP atau belum.
4. Leopold IV
: Seberapa jauh
bagian rerbawah masuk PAP,
Ekstremitas : Adanya oedem pada ekstremitas atas atau bawah dapat dicurigai
adanya hipertensi hingga Preeklampsi dan Diabetes melitus.
c. Auskultasi
Tujuan: menentukan hamil atau tidak
Anak hidup atau mati
Membantu menentukan habitus, kedudukan punggunh anak, presentasi anak
tunggal/ kembar yaitu terdengar pada dua tempat dengan perbedaan 10 detik.
Dada :
Adanya ronkhi atau wheezing perlu dicurigai adanya asma atau TBC yang dapat
memperberat kehamilan.
Abdomen : DJJ (+) normal 120-160 x/menit, teratur
dan reguler.
d. Perkusi.
Reflek
patella :Reflek patella negatif menandakan ibu vit B1
(Marjati dkk, 2010; 12-13)
7. Pemeriksaan Penunjang
a. Pemeriksaan laboratorium
Wanita hamil diperiksa urinnya untuk mengetahui kadar protein glukosanya,
diperiksa darah untuk mengetahui faktor rhesus, golongan darah, Hb dan penyakit
rubella
|
Tes Lab
|
Nilai Normal
|
Nilai Tidak Normal
|
Diagnosis Masalah Terkait
|
|
Hemoglobin
|
10,5-14,0
|
<10,5
|
Anemia
|
|
Protein Urin
|
Terlacak/negatif
Bening/negatif
|
Protein urine
|
|
|
Glukosa dalam urin
|
Warna hijau
|
Kuning, orange, coklat
|
Diabetes
|
|
VDRL/RPR
|
Negatif
|
Positif
|
Syphilis
|
|
Faktor rhesus
|
Rh +
|
Rh-
|
Rh sensitization
|
|
Golongan Darah
|
A B O AB
|
-
|
Ketidakcocokan ABO
|
|
HIV
|
-
|
+
|
AIDS
|
|
Rubella
|
Negatif
|
Positif
|
Anomali pada janin jika ibu terinfeksi
|
|
Feses untuk ova/telur cacing dan parasit
|
Negatif
|
Positif
|
Anemia akibat cacing
|
b. Pemeriksaan
Rontgen
Dilakukan pada kehamilan yang sudah agak lanjut karena
sebelum buan ke IV rangka janin belum tampak. Pemeriksaan rontgen dilakukan
pada kondisi – kondisi
Diperlukan tanda pasti
hamil
Letak anak tidak
dapat ditentukan dengan jelas dengan palpasi
Mencari sebab dari
hidraamnion
Untuk menentukan
kelainan anak
c. Pemeriksaan USG
Kegunaannya:
Diagnosis dan
konfirmasi awal kehamilan
Penentuan umur
gestasi dan penafsiran ukuran fetal
Mengetahui posisi
plasenta
Mengetahui adanya
IUFD
Mengetahui
pergerakan janin dan detak jantung janin. (Marjati dkk, 2010;95-97)
8. Diagnosa Keperawatan
1.
Perubahan
nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan penurunan keinginan
untuk makan akibat mual dan muntah.
2.
Konstipasi
berhubungan dengan penurunan peristaltic sekunder akibat kehamilan
3.
Ansietas
berhubungan dengan konsep diri sekunder akibat kehamilan.
4.
Intoleransi
aktivitas berhubungan dengan keletihan, dispnea sekunder akibat penekanan
pembesaran uterus pada diafragama dan peningkatan volume darah
5.
Risiko
terhadap perubahan membrane mukosa oral berhubungan membrane mukosa oral
berhubungan dengan gusi hiperemik sekunder akibat kadar estrogen dan
progesterone.
9. Intervensi
1.
Perubahan
nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan penurunan keinginan
untuk makan akibat mual dan muntah.
Kriteria
hasil
-
Meningkatkan
masukan oral
-
Menjelaskan
factor-faktor penyebab bila diketahui
Intervensi
-
Tentukan
kebutuhan kalori harian yang realistis dan adekuat
-
Timbang
BB setiap hari
-
Jelaskan
pentingnya nutrisi yang adekuat
-
Beri
dorongan individu makan makanan yang kering
2.
Konstipasi
berhubungan dengan penurunan peristaltic sekunder akibat kehamilan
Kriteria hasil
-
Menggambarkan
program defekasi terapeutik
-
Melaporkan
eliminasi yang baik
Intervensi
-
Jelaskan
risiko konstipasi pada kehamilan
-
Jelaskan factor pemberat untuk terjadinya hemoroid
-
Pertimbangkan
kebutuhan untuk laksatif
3.
Ansietas
berhubungan dengan konsep diri sekunder akibat kehamilan.
Kriteria
hasil
-
Menggambarkan
ansietas dan pola kopingnya
-
Menghubungkan
peningkatan kenyamanan psikologis
-
Menggambarkan
mekanisme kopinh yang efektif
Intervensi
-
Gali
ketakutan dan kekhawatiran selama hamil
-
Bantu
pasangannya mengenali harapan yang tidak realistis
-
Terima
ansietasnya dan kenormalan dari proses tersebut
-
Diskusikan
kekhawatiran inin dengan klien dan pasangannya
4.
Intoleransi
aktivitas berhubungan dengan keletihan, dispnea sekunder akibat penekanan
pembesaran uterus pada diafragama dan peningkatan volume darah
Kriteria
hasil
-
Mengidentifikasi
factor-faktor yang menurunkan toleransi aktivitas
-
Menurunkan
penurunan gejala-gejala intoleransi aktivitas
Intervensi
-
Jelaskan
penyebab keletihan dan dispnea pada pertnegahan kehamilan dan masa akhir
kehamilan
-
Perubahan
pada pusat gravitasi
-
Peningkatan
berat badan
-
Tekanan
pembesaran uterus pada diafragma
-
Ajarkan
metode penghematan energy
5.
Risiko
terhadap perubahan membrane mukosa oral berhubungan membrane mukosa oral
berhubungan dengan gusi hiperemik sekunder akibat kadar estrogen dan
progesterone.
Kriteria
hasil
-
Memperlihatkan
integritas rongga mulut
-
Bebeas
dan rasa tidak nyaman saat makan dan minum
Intervensi
-
Diskusikan
pentingnya hygiene oral setiap hari dan pemeriksaan gigi secara periodic
-
Ingatkan
untuk memberi tahu dokter gigi tentang kehamilan
-
Jelaskan
bahwa hipertropi dan nyeri tekan guzi adalah normal pada kehamilan.
Daftar
Pustaka
·
Carpenito,
L.J. 2001. Diagnosa Keperawatan. Edisi 8.
Jakarta : EGC
·
Bobak,M.Irene.2004. Perawatan Maternitas dan
Gynekologi.Bandung: VIA PKP
·
Manuaba, Ida Bagus Gde.2010. Ilmu Kebidanan,
Penyakit Kandungan dan Keluarga untuk Pendidikan Bidan. Jakarta: EGC
·
Marjati,dkk.2010. Asuhan Kebidanan pada Kehamilan
Fisiologis.Jakarta: Salemba Medika
·
Potter, Patricia A, Anne Griffin Perry.2005.Buku Ajar
Fundamental Keperawatan:Konsep, Proses, dan Praktik.Jakarta:EGC
·
Prawirohardjo,Sarwono.2007.Ilmu Kebidanan.Jakarta:PT
Bina Pustaka
·
Sulistyawati, Ari.2009.Asuhan Kebidanan pada Masa
Kehamilan.Jakarta:Salemba Medika
·
Ummi Hani,dkk.2006. . Asuhan Kebidanan pada
Kehamilan Fisiologis.Jakarta: Salemba Medika
·
Varney,Helen.2007. Buku Ajar Asuhan Kebidanan
Volume I.Jakarta: EGC
Tidak ada komentar:
Posting Komentar